Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satu Langkah Praktis Menghadapi Kenakalan Anak SD

Masa-masa di bangku sekolah dasar merupakan salah satu bagian dari perjalanan usia manusia yakni pada usia 6 sampai 13 tahun.  Pada Usia ini memang merupakan hal yang sangat krusial terutama dalam menangi kenakalan yang dimiliki anak, dimana pada setiap anak tentunya mempunyai tingkat kenakalan yang berbeda-beda.

Banyak faktor yang mempengaruhi seperti misalnya : faktor didikan orang tua, lingkungan disekitar, disamping memang kebiasaan-kebiasaan jelek yang sulit diubah.


Untuk itu kemampuan seorang guru yang memadai dalam menangani anak SD yang memiliki perilaku khusus perlu dimiliki oleh setiap guru di Sekolah atau Madrasah. Cara penanganan anak yang memiliki kenakalan dapat dilakukan dengan pendekatan yang tepat bagi anak tersebut.

Pelaksanaan layanan bimbingan terhadap mereka yang mengalami gangguan dalam perkembangannya merupakan salah satu penanganan yang tergolong khusus. Artinya siswa yang tergolong memiliki gangguan pada level atas perlu diprioritaskan.

Alasan dipilihnya pendekatan yang tepat oleh guru dimaksudkan agar gangguan yang dialami anak dapat ditangani secara optimal dan guru mengenali benar gangguan yang sebenarnya.

Baca juga : Menjadi pengajar yang baik ada 10 hal penting harus di kuasai


Salah satu contoh kasus di sekolah :

Pada saat jam istirahat tiba-tiba para guru dikejutkan dengan laporan beberapa orang anak bahwa di kelasnya ada kehilangan uang sekitar Rp. 50.000. Akhirnya anak yang kehilangan uang itu menangis. Usut punya usut hingga sampai pada kesimpulan sementara (praduga tak bersalah) di panggilah anak yang dicurigai itu dimintakan keterangan-keterangan tentang uang Rp. 50.000 yang dipunyai.

Anak tersebut menyangkalnya dengan berbagai alasan yang memang masuk akal juga. Sampai pada guru walinya mengakatakan di kelasnya jika tidak ada yang mengaku mengambil uang temannya maka akan diserahkan kepolisi (begitu pura-pura dilakukan oleh seorang guru ).

Anak yang dicurigainyapun tetap dengan pendiriaanya bahwa ia tidak mengambil uangnya. Berselang beberapa lama karena masih saja belum berhasil, datanglah seorang guru lain yang mengajaknya ngobrol anak tersebut seperti tidak ada beban.

Anak tersebut didekati dengan sedikit nasehat-nasehat, diberikan kepercayaan bahwa jika memang benar mengambil dan mau mengaku tidak akan di publikasikan ke temannya-temannya daripada nanti jika benar mengambil tetapi tidak mau mengaku itu akan besar hukumnya.

Entah karena apa mungkin anak tersebut tersentuh hatinya dan mengakulah anak tersebut bahwa memang benar uangnya yang dibawa bukanlah uang miliknya, tetapi diambil dari tas temannya.

Berdasarkan kasus tersebut maka dapat diambil kesimpilan bahwa jika ingin menyelesaikan masalah kenakalan anak lakukanlah satu langkah praktis yaitu dengan pendekatan yang tepat. Mungkin pada setiap kasus anak dengan permasalahan yang sama pendekatannyapun tidak bisa sama.

Bisa saja pada contoh kasus diatas ketika diancam akan dilaporkan kepada polisi akan mengaku pada saat itu juga. Tapi kenyataannya tidak maka diambillah pendekatan yang lain yang lebih menyentuh hati anak.

Demikianlah sahabat limaklik.com. Semoga menjadi inspirasi dalam meningkatkan karakter anak

Artikel lainnya : Permainan matematika yang menyenangkan dalam mencari KPK dan FPB