June 14, 2018

Download Buku K13 Revisi 2018 Kelas 3 Semester 1

Berikut Tentang Buku Siswa Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas III yang dipetik dari Tema 1


1. Buku Siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

2. Buku Siswa didesain penuh gambar dan warna untuk menstimulasi imajinasi dan minat siswa untuk belajar.

3. Buku Siswa dilengkapi dengan penjelasan lebih rinci tentang isi dan penggunaan sebagaimana yang dituangkan dalam Buku Panduan Guru.

4. Kegiatan pembelajaran yang ada di Buku Siswa lebih merupakan contoh kegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam Buku Panduan Guru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.

5. Buku Kelas III terdiri atas delapan (8) tema. Setiap tema terdiri atas empat (4) subtema. Setiap subtema diuraikan ke dalam enam pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk satu hari. Penjelasan lebih rinci tentang aktivitas pembelajaran dituangkan pada Buku Guru.

6. Struktur penulisan buku semaksimal mungkin diusahakan memfasilitasi pengalaman belajar yang bermakna yang diterjemahkan melalui subjudul berdasarkan pendekatan saintifik sebagai berikut:
Mengamati : Ayo mengamati, Ayo membaca
Mencoba : Ayo mencoba, Ayo berlatih, Ayo berkreasi, Ayo bernyanyi, Ayo menari, Ayo bermain peran.
Menalar : Ayo berdiskusi
Mengomunikasikan : Ayo bercerita, Ayo menulis

7. Buku ini bersifat serba-mencakup (self contained) agar dapat digunakan oleh siswa secara mandiri di rumah.

8. Buku Siswa berbasis kegiatan (activity based), sehingga memungkinkan bagi siswa dan guru untuk melengkapi dan memperkaya materi dari berbagai sumber.

9. Di setiap akhir pembelajaran, terdapat kolom untuk orang tua dengan subjudul Kegiatan Bersama Orang Tua. Kolom ini berisi aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa bersama orang tua di rumah. Orang tua diharapkan terlibat aktif dalam proses belajar siswa sesuai pengalaman yang dimilikinya.

10. Pada setiap akhir subtema terdapat lembar refleksi diri dengan ikon “Sekarang Aku Bisa”. Lembar ini merupakan penilaian pada diri sendiri yang bertujuan membantu siswa dan guru mengetahui apa yang telah dicapai dan apa yang harus ditingkatkan.

Buku K13 Kelas 3 revisi 2018


BUKU GURULINKBUKU SISWALINK
TEMA 1UNDUHPERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUPUNDUH
TEMA 2UNDUHMENYAYANGI TUMBUHAN DAN HEWANUNDUH
TEMA 3UNDUHBENDA DI SEKITARKUUNDUH
TEMA 4UNDUHKEWAJIBAN DAN HAKKUUNDUH

May 30, 2018

Download Buku K13 Revisi 2018 Kelas 6 Semester 1

Berikut petikan Tentang Buku Siswa Kelas 6 dari Tema 1


1. Buku Siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

2. Buku Siswa dilengkapi dengan penjelasan lebih rinci tentang isi dan penggunaan buku sebagaimana dituangkan dalam Buku Guru.

3. Kegiatan pembelajaran yang ada di Buku Siswa lebih merupakan contoh yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan memanfaatkan alternatifalternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam Buku Guru atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.

4. Pada semester 1 terdapat 5 tema. Tiap tema terdiri atas 3 subtema yang diuraikan ke dalam 6 pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan untuk 1 hari. Kegiatan pada setiap pembelajaran diarahkan untuk mengasah daya nalar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

5. Tiga subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 3 minggu. Pada minggu ke-4 diisi dengan kegiatan Aku Cinta Membaca, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menumbuhkan rasa cinta membaca pada siswa.

6. Struktur penulisan buku semaksimal mungkin diusahakan memfasilitasi pengalaman belajar bermakna yang diterjemahkan melalui subjudul Ayo Berdiskusi, Ayo Membaca, Ayo Menulis, Ayo Mengamati, Ayo Mencoba, Ayo Berlatih, Ayo Bernyanyi, Ayo Renungkan, dan Kerja Sama dengan Orang Tua.

7. Buku ini dapat digunakan oleh orang tua secara mandiri untuk mendukung aktivitas belajar siswa di rumah.

8. Pada setiap akhir pembelajaran terdapat saran-saran untuk kegiatan bersama antara siswa dan orang tua. Bagian ini berisi aktivitas belajar yang dilakukan anak bersama orang tua di rumah serta saran agar anak dan orang tua bisa belajar dari lingkungan. Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dalam aktivitas belajar siswa.

9. Buku Siswa ini berbasis kegiatan (activity based) sehingga memungkinkan bagi para siswa dan guru untuk melengkapi materi dari berbagai sumber.

10. Di sekolah, guru dan siswa dapat mengembangkan dan/atau menambah kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan sekolah, guru, dan siswa, yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman lebih terhadap pengetahuan yang dipelajari, keterampilan yang dilatih, dan sikap yang dikembangkan. Di rumah, orang tua bersama siswa dapat mengembangkan dan/atau menambah kegiatan sesuai
kondisi dan kemampuan orang tua dan siswa.

11. Kegiatan-kegiatan dalam buku ini sebisa mungkin memaksimalkan potensi semua sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar. Setiap kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi siswa, guru, sekolah, dan lingkungan.

12. Pada beberapa bagian dalam Buku Siswa ini diberikan ruang bagi siswa untuk menuliskan laporan, kesimpulan, penyelesaian soal, atau tugas lainnya. Namun, sebaiknya dalam menuliskan berbagai tugas tersebut siswa tidak terpancang pada ruang yang diberikan. Apabila dirasa kurang, siswa dapat menuliskannya pada buku tugas.

Buku K13 Kelas 6 revisi 2018

BUKU GURULINKBUKU SISWALINK
TEMA 1UNDUHSELAMATKAN MAKHLUK HIDUPUNDUH
TEMA 2UNDUHPERSATUAN DALAM PERBEDAANUNDUH
TEMA 3UNDUHTOKOH DAN PENEMUANUNDUH
TEMA 4UNDUHGLOBALISASIUNDUH
TEMA 5UNDUHWIRAUSAHAUNDUH

May 24, 2018

Juknis Penulisan Ijasah Tahun Pelajaran 2017/2018 Semua Jenjang

PetunjukTeknis Pengisian Blangko Ijazah Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018

PETUNJUK UMUM 1.
  1. Ijazah untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, SPK, Paket A, Paket B, dan Paket C diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
  2. Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.
  3. Contoh Kode Blangko
    Kode Blangko Ijasah
  4. Ijazah terdiri dari 2 muka dicetak bolak-balik, dimana identitas dan redaksi di halaman muka, hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang.
  5. Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK, diisi oleh panitia penulisan Ijazah yang dibentuk Kepala Sekolah.
  6. Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C diisi oleh panitia penulisan Ijazah yang dibentuk oleh Kepala SKB/Ketua PKBM.
  7. Pengisian Ijazah menggunakan tulisan tangan dengan tulisan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih, dan mudah dibaca menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus. Dalam kondisi tertentu dapat diisi dengan sistem komputer (dicetak).
  8. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, Ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau dihapus (tipe-ex), melainkan harus diganti dengan blangko yang baru. Untuk itu perlu kehati-hatian dalam penulisan.
  9. Ijazah yang mengalami kesalahan pengisian disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman muka dan belakang. a. Setelah seluruh pengisian Ijazah selesai, Ijazah yang salah tersebut dimusnahkan dengan disertai berita acara pemusnahan. b. Berita acara pemusnahan Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK ditandatangani oleh Kepala Sekolah yang disaksikan oleh pihak kepolisian. c. Berita acara pemusnahan Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C ditandatangani oleh Kepala SKB/Ketua PKBM yang disaksikan oleh pihak kepolisian.
  10. Sisa blangko Ijazah SD, SMP, Paket A, Paket B, dan Paket C yang terdapat di satuan pendidikan, diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan disertai berita acara yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah/Kepala SKB/Ketua PKBM dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat yang mewakili.
  11. Sisa blangko Ijazah SMA, SMK, SDLB, SMPLB, SMALB yang terdapat di sekolah, diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi sesuai dengan kewenangannya atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dengan disertai berita acara yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi atau Ketua MKKS.
  12. Sisa blangko Ijazah SD, SMP, Paket A, Paket B, dan Paket C yang terdapat di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dapat dimusnahkan setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak jadwal pengisian Ijazah dengan disertai berita acara pemusnahan yang disaksikan oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat yang mewakili.
  13. Sisa blangko Ijazah SMA, SMK, SDLB, SMPLB, SMALB yang terdapat di Dinas Pendidikan Provinsi dapat dimusnahkan setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak jadwal pengisian Ijazah dengan disertai berita acara pemusnahan yang disaksikan oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi atau pejabat yang mewakili.
  14. Dalam hal ditemukan kesalahan penulisan dalam ijazah setelah sisa blangko ijazah dimusnahkan, maka dapat dibuat ralat dengan diterbitkannya surat keterangan oleh kepala satuan pendidikan yang bersangkutan.
  15. Satuan pendidikan/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun Dinas Pendidikan Provinsi tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik Ijazah yang sah dengan alasan apapun. Siswa pemilik Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK yang sudah pindah domisili, Ijazah dapat diambil ke Satuan Pendidikan yang menerbitkan, dan untuk Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C diambil ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang menerbitkan.

Contoh Penulisan Ijasah

Contoh Penulisan Ijasah
B. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN MUKA

1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, dan SPK.
  • Angka 1 diisi dengan nama sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur
  • Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional yang menerbitkan Ijazah.
  • Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*) *) coret salah satu yang tidak sesuai
  • Angka 4 diisi dengan nama provinsi.
  • Angka 5 diisi dengan nama siswa pemilik Ijazah menggunakan huruf (KAPITAL). Nama harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
  • Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
Contoh: Mamuju, 27 Januari 2000
  • Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.
  • Angka 8 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
  • Angka 9 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh sistem di Kemendikbud.
  • Angka 10 diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode Kabupaten/Kota, 3 (tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Khusus Untuk Ijazah SD dan SDLB, angka 10 diisi dengan nomor peserta ujian sekolah.
Contoh:
SD 1-18-04-04-175-002-7
SMP 2-18-01-04-294-193-6
SMA 3-18-02-21-428-215-2
SMK 4-18-02-21-428-215-2
  • Angka 11 diisi dengan sekolah penyelenggara ujian sekolah.
  • Angka 12 diisi dengan sekolah penyelenggara ujian nasional.
  • Angka 12a khusus untuk Ijazah Pendidikan Luar Biasa diisi dengan jenis kekhususan peserta didik, yang terdiri dari hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, hambatan berfikir, hambatan fisik, autis, dan disabilitas majemuk.
  • Angka 13 diisi dengan nama Kabupaten/Kota tempat penerbitan, dilanjutkan dengan tanggal (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
  • Angka 14 diisi dengan nama Kepala Sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah dan dibubuhkan tanda tangan. Bagi Kepala Sekolah pegawai negeri sipil diisi dengan Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan Kepala Sekolah yang non pegawai negeri sipil diisi satu buah strip (-).
  • Angka 15 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.
  • Angka 16 ditempelkan Pasfoto peserta didik yang terbaru ukuran 3 cm x 4 cm hitam putih atau berwarna, dibubuhi cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik Ijazah serta stempel menyentuh pasfoto.

C. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN BELAKANG

1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB.

  • Angka 1 diisi dengan nama pemilik Ijazah menggunakan huruf (KAPITAL). Nama harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
  • Angka 2 diisi dengan tempat dan tanggal lahir pemilik Ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
  • Angka 3 diisi dengan nomor induk siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
  • Angka 4 diisi dengan nomor induk siswa nasional pemilik Ijazah. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak oleh sistem di Kemendikbud.
  • Angka 4a khusus untuk Ijazah Pendidikan Luar Biasa diisi dengan jenis kekhususan peserta didik, yang terdiri dari hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, hambatan berfikir, hambatan fisik, autis, dan disabilitas majemuk
  • Angka 5 diisi dengan Nilai Rata-rata Rapor yang diambil dari beberapa semester terakhir, dengan keterangan sebagai berikut:
Pengisian raport
  • Angka 6 diisi dengan Nilai Ujian Sekolah tiap mata pelajaran. Khusus mata pelajaran yang diuji dengan ujian tertulis dan ujian praktik, nilai Ujian Sekolah dihitung berdasarkan rata-rata nilai ujian tertulis dan ujian praktik.
  • Rata-rata Rapor yang dimaksud pada angka 5, dan Nilai Ujian Sekolah yang dimaksud pada angka 6, ditulis dengan menggunakan bilangan bulat dalam rentang 0 -100 (tanpa desimal). Khusus untuk satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan daftar mata pelajaran sesuai dengan petunjuk penulisan yang diterbitkan Direktorat Pembinaan SMK.
Pembulatan nilai
  • Angka 7 diisi dengan nama Kabupaten/Kota tempat penerbitan, dilanjutkan dengan tanggal (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di sekolah.
  • Angka 8 diisi dengan nama Kepala Sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah dan dibubuhkan tanda tangan kepala sekolah bersangkutan.
  • Angka 9 diisi dengan Nomor Induk Pegawai (NIP) Kepala Sekolah yang bersangkutan. Bagi yang berstatus non pegawai negeri sipil diisi strip (-).
  • Angka 10 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai nomenklatur.

Selengkapnya dapat di download di tombol di bawah!

TOMBOL : JUKNIS PENULISAN IJASAH TAHUN 2018

May 23, 2018

Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019 Jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK atau Sederajat

Permendikbud No 14 Tahun 2018 tentang PPDB
Sesuai kalender pendidikan di tahun pelajaran 2017/2018 pada tanggal 14 juni merupakan hari pembagian raport bagi para pelajar di seluruh Indonesia untuk melihat hasil jerih payah selama 1 tahun mengikuti pembelajaran disekolah.

Momen itu tentunya akan menjadikan detik tahun pelajaran lama berkhir yang akan menjadi tahun pelajaran baru yaitu tahun pelajaran 2018/2019. Sebelum menginjak ke masa berikutnya tentu pula bagi penyelenggara pendidikan akan melaksanakan penerimaan siswa baru yang sesuai mekanisme yang ada.

Adapun yang bisa dipakai petunjuknya adalah dengan dikeluarkannya Permendikbud No 14 Tahun 2018 oleh Kemdikbud tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat.

Berikut sedikit petikan dari isi Permendikbud No.14 Tahun 2018

Waktu dan Mekanisme PPDB sesuai Bab III tentang Tata Cara PPDB


Pasal 3
(1) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah melaksanakan PPDB dimulai pada bulan Mei setiap tahun.

(2) Proses pelaksanaan PPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan calon peserta didik baru pada Sekolah yang bersangkutan sampai dengan tahap penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang.

(3) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB paling sedikit terkait: a. persyaratan; b. proses seleksi; c. daya tampung berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai rombongan belajar; d. biaya pungutan khusus untuk SMA/SMK/bentuk lain yang sederajat bagi daerah yang belum menerapkan wajib belajar 12 (dua belas) tahun; dan e. hasil penerimaan peserta didik baru melalui papan pengumuman Sekolah maupun media lainnya.

Pasal 4
(1) PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme: a. dalam jaringan (daring); atau b. luar jaringan (luring).

(2) Dalam pelaksanaan PPDB, Sekolah hanya dapat menggunakan salah satu jenis mekanisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Pelaksanaan PPDB diutamakan menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring).

(4) Dalam hal PPDB tidak dapat dilaksanakan melalui mekanisme dalam jaringan (daring), maka PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan (luring).

Peryaratan PPDB 2018


Pasal 6
(1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD atau bentuk lain yang sederajat, berusia: a. 7 (tujuh) tahun; atau b. paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
(2) Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun.

(3) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

(4) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah.

(5) Ketentuan pada ayat (2) dan ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan batas daya tampungnya berdasarkan ketentuan rombongan belajar dalam Peraturan Menteri.

Untuk lebih lengkapnya bisa di unduh di tautan berikut :

Tombol Download : PPDB Tahun 2018/2019

May 18, 2018

Meneladani Nilai-Nilai Juang Para Perumus Dasar Negara PKn Kelas 6

Perumusan dasar negara Indonesia merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak tokoh. Tokoh-tokoh tersebut telah berjuang dengan tulus dan ikhlas untuk merumuskan dasar negara. Para perumus dasar negara yang patut diteladani nilai-nilai perjuangannya, antara lain sebagai berikut.

1. Ir. Sukarno

Para Perumus Dasar Negara
Ir. Sukarno lahir di Blitar, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Sukemi Sasrodiharjo yang masih keturunan Raja Kediri. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai yang masih keturunan bangsawan Bali.

Sukarno muda ketika menjadi mahasiswa di Sekolah Teknik Bandung (sekarang ITB) membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI). Pada Kongres PNI Pertama, Sukarno terpilih sebagai Ketua PNI. Kegiatan politik Sukarno muda tidak disukai Belanda sehingga ia sering dipenjarakan. Meskipun demikian, Sukarno tidak patah semangat untuk berjuang memerdekakan Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang, Ir. Sukarno diminta Jepang mengobarkan semangat bangsa Indonesia agar bersedia membantu melawan Sekutu. Untuk itu, Ir. Sukarno bersama dengan Drs. Moh. Hatta. K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara (Empat Serangkai) ditunjuk sebagai pemimpin organisasi Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Namun, oleh tokoh Empat Serangkai, Putera justru dimanfaatkan untuk menggembleng watak bangsa Indonesia agar lebih cinta dan rela berkorban untuk tanah airnya.

Menjelang kemerdekaan Indonesia, Ir. Sukarno berjuang di dalam organisasi BPUPKI dan PPKI. Ir. Sukarno menyumbangkan pemikirannya dalam pembentukan dasar negara Indonesia merdeka yang disebutnya dengan Pancasila pada lembaga BPUPKI. Ir. Sukarno juga dipercaya menjadi Ketua PPKI yang dipersiapkan untuk membentuk Indonesia merdeka.

Puncaknya, Ir. Sukarno bersama Drs. Moh. Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atas nama seluruh bangsa Indonesia. Meskipun bangsa Indonesia telah merdeka, perjuangan Ir. Sukarno tidak berhenti begitu saja. Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Sukarno terpilih dan dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Ir. Sukarno wafat pada tanggal 20 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar Jawa Timur. Pada tahun 1986 oleh pemerintah Indonesia Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta dianugerahi gelar Proklamator Indonesia.

2. Drs. Moh. Hatta

Para Perumus Dasar Negara
Drs. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902. Drs. Mohammad Hatta lebih dikenal dengan sebutan Bung Hatta adalah sosok yang santun, rendah hati, taat beragama, dan jujur.

Di masa mudanya, pada tahun 1921 Hatta menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Ekonomi (Handels Hogere Schools) di Rotterdam, Belanda. Di negeri ini, Hatta, menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia, suatu organisasi pergerakan mahasiswa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Akibat aktivitasnya, Hatta pada tanggal 24 September 1927 ditangkap pemerintah Belanda dengan tuduhan menjadi anggota organisasi terlarang dan menghasut orang untuk menentang pemerintah Belanda. Pada sidang pengadilan di Den Haag, Belanda, Hatta dituntut tiga tahun penjara. Hatta membacakan pembelaannya dengan berjudul ”Indonesia Vrij”, artinya Indonesia merdeka. Pada sidang itu, Hatta dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.

Bung Hatta kembali ke Indonesia dan tetap menjalankan aktivitas mencapai kemerdekaan Indonesia. Akibatnya, pada tahun 1942 Bung Hatta ditangkap pemerintah kolonial Hindia Belanda dan dibuang ke Boven, Digul, Papua. Ia dibebaskan setelah Jepang masuk dan menduduki Indonesia.

Menjelang kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta aktif dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi anggota BPUPKI dan juga PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Hatta bersama dengan Ir. Sukarno mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 18
Agustus 1945, PPKI menetapkan dan melantik Hatta sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ir. Sukarno.

Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta. Pada tahun 1986 oleh pemerintah Indonesia Drs. Moh. Hatta dan Ir. Sukarno dianugerahi gelar sebagai Proklamator Indonesia.

3. Mr. Supomo

Para Perumus Dasar Negara
Mr. Supomo dilahirkan pada tanggal 23 Januari 1903 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Supomo muda bersekolah di Europeesche Lagere School (setingkat SD) dan lulus tahun 1917. Selanjutnya, ia melanjutkan ke Meer Uitgebreid Larger (setingkat SMP) di Solo dan lulus tahun 1920. Setelah lulus dari SMP Supomo kemudian berangkat ke Jakarta meneruskan pendidikan Rechtsschool (sekolah hukum) dan lulus tiga tahun kemudian. Supomo setahun kemudian mendapat kesempatan belajar di Universitas Leiden dan memperoleh gelar Meester In Rechten (Mr.) dan doktor ilmu hukum.

Selama belajar di Negeri Belanda, Supomo ikut organisasi Perhimpunan Indonesia. Setelah pulang dari Negeri Belanda, Supomo menjadi ahli hukum. Karena Supomo ahli hukum maka Jepang menunjuknya untuk mengepalai Departemen Kehakiman.

Mr. Supomo aktif dalam BPUPKI. Dalam sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945 Supomo mengajukan konsep dasar negara Indonesia merdeka. Mr. Supomo juga aktif menjadi ketua panitia kecil bagian dari Panitia Perancang Undang-Undang Dasar.

Ketika Indonesia merdeka, Mr. Supomo diangkat menjadi Menteri Kehakiman. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris. Mr. Supomo meninggal pada tanggal 12 September 1958 di Jakarta dan dimakamkan di Solo. Atas jasa-jasanya, Pemerintah Indonesia menetapkan Mr. Supomo sebagai Pahlawan Kemerdekaan.

4. K.H. Agus Salim

Para Perumus Dasar Negara
K.H. Agus Salim lahir di kota Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884. Ia seorang yang sangat cerdas dengan penguasaan bahasa asing yang sangat luar biasa. Ia menguasai enam bahasa asing, yaitu bahasa Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Turki, dan Arab.

K.H. Agus Salim pernah menjadi Ketua Partai Sarekat Islam Indonesia tahun 1929. Ia bersama Semaun mendirikan Persatuan Pergerakan Buruh pada tahun 1919. Mereka gigih menuntut kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda agar membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (Volskraad).

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan, K.H. Agus Salim termasuk salah satu anggota Panitia Sembilan dalam BPUPKI. Ketika masa Kemerdekaan, K.H Agus Salim dipercaya menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Syahrir I dan II. Beliau juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri
dalam Kabinet Hatta.

Perjuangan K.H. Agus Salim di dalam negeri maupun luar negeri sangat luar biasa. Ia meninggal pada tanggal 4 November 1954 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pada tahun 1961 pemerintah Indonesia mengangkat K.H. Agus Salim sebagai Pahlawan Pergerakan
Nasional.

5. K.H. Abdul Wachid Hasyim

Para Perumus Dasar Negara
K.H Abdul Wahid Hasyim dilahirkan di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 1 Juni 1914. Beliau putra dari K.H. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdatul Ulama. Abdul Wahid Hasyim muda menimba ilmu di pesantren-pesantren termasuk di Pesantren Tebu Ireng milik ayahnya. Abdul Wachid Hasyim adalah seorang otodidak. Ia mempelajari
ilmu pengetahuan dengan cara membaca buku-buku ilmu pengetahuan lainnya sehingga mempunyai wawasan pengetahuan yang luas.

Pada tahun 1935 K.H. Abdul Wachid Hasyim mendirikan madrasah modern dengan nama Nidzamiya. K.H. Abdul Wachid Hasyim termasuk tokoh ulama yang kharismatik seperti ayahnya. Karena ketokohan dan wawasannya yang luas, ia ditunjuk sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdatul
Ulama.

K.H. Abdul Wachid Hasyim juga termasuk salah satu anggota Panitia Sembilan dalam BPUPKI dan juga anggota PPKI. KH. Abdul Wachid Hasyim mempunyai peranan penting dalam perumusan dasar negara. Ia bersama dengan tokoh Islam lainnya, menyetujui adanya perubahan rumusan sila pertama dari Pancasila.

6. Mr. Mohammad Yamin

Para Perumus Dasar Negara
Mr. Mohammad Yamin lahir di Tawali, Sawahlunto, Sumatera Barat pada tanggal 23 Agustus 1903. Moh. Yamin muda memiliki rasa nasionalisme yang sangat besar. Hal itu dibuktikannya dengan bergabung pada organisasi Jong Sumatranen Bond (JBS) serta Indonesia Muda.

Moh. Yamin sering mengkritik pemerintah kolonial Hindia Belanda. Karena keberanian dan kritikannya yang sangat tajam, maka Belanda mencabut beasiswa yang diberikan kepadanya. Namun, Moh. Yamin tidak gentar menghadapinya. Pidato dan kritikan tajam serta ajakannya untuk bersatu melawan penjajah, dikemukakannya pada Kongres Pemuda II di Jakarta. Dalam Kongres Pemuda II di Jakarta, Mohammad Yamin menjabat sebagai sekretaris panitia kongres.

Menjelang kemerdekaan, Mr. Moh. Yamin aktif dalam BPUPKI. Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Moh. Yamin menyumbangkan pemikirannya tentang dasar negara untuk Indonesia merdeka dalam sidang BUPKI. Ia juga terlibat dalam Panitia Sembilan di BPUPKI. Mr. Moh. Yamin bahkan yang memberi nama hasil rumusan dasar negara yang dihasilkan Panitia Sembilan dengan sebutan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Setelah Indonesia merdeka, Mr. Moh. Yamin menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Ali Sastroamijoyo I dan juga Menteri Penerangan pada Kabinet Kerja III. Moh. Yamin meninggal pada tanggal 17 Oktober 1962. Jenazahnya dimakamkan di tanah kelahirannya Talawi, Sawahlunto. Pada tahun 1973 pemerintah Indonesia menetapkan Mr. Moh. Yamin sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

Sumber : BSE Kelas VI_SD_PKN_Sunarso

May 9, 2018

Alat Indra Manusia Bagian dan Fungsinya Kelas 4 SD

Kita harus bersyukur karena dapat melihat, mendengar, meraba, mencium bau, dan merasakan enaknya makanan. Semua ini karena kita memiliki alat indra ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Jumlah indra pada tubuh kita ada lima sehingga sering disebut pancaindra. Apa saja yang termasuk pancaindra? Apa kegunaan pancaindra bagi kita? Mari kita simak satu persatu

1. Indra Penglihat

Kita dapat mengetahui bermacam-macam warna, terang, gelap, dan pemandangan yang indah dengan mata. Alangkah bahagianya orangorang yang bermata sehat karena dapat menikmati segala keindahan alam. Bagaimana jika mata tidak berfungsi dengan baik?
mata
Mata bisa melihat karena ada cahaya atau terang. Coba amati warna iris matamu di cermin. Amati pula warna iris mata temanmu. Apakah warnanya sama? Iris mata berwarna cokelat. Iris mata berfungsi untuk menyerap cahaya.

Cahaya masuk ke dalam mata melalui pupil. Pada tempat terang dan redup atau gelap, ukuran pupil mata ada perbedaan. Di tempat terang, pupil akan mengecil karena cahaya yang masuk ke dalam mata hanya perlu sedikit supaya tidak menyilaukan. Sebaliknya di tempat yang redup atau cahayanya kurang, pupil akan membesar karena cahaya yang masuk harus lebih banyak. Jadi, pupil mata berfungsi untuk memasukkan cahaya ke dalam mata sehingga mata dapat melihat atau mata berfungsi sebagai indra penglihat.

Bagian lain dari mata adalah lapisan bening dan kelopak mata. Lapisan bening berfungsi untuk melindungi bagian mata agar dapat melihat, sedangkan kelopak mata berfungsi untuk melindungi mata dari debu.

2. Indra Pendengar

Di sekitar kita terdapat berbagai macam bunyi. Telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian tersebut. Apa saja bagian-bagian telinga dan bagaimana cara kerja telinga?

Amati Gambar berikut!
telinga

Telinga terdiri atas telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar terdiri atas daun telinga yang berfungsi untuk menampung suara. Antara telinga luar dan telinga tengah terdapat gendang telinga atau selaput getar. Gendang telinga akan digetarkan oleh suara yang masuk. Selanjutnya suara masuk ke telinga bagian tengah melalui tulang-tulang telinga. Kemudian suara masuk ke telinga bagian dalam melalui rumah siput dan serabut saraf yang dihubungkan ke otak. Melalui proses tersebut orang dapat mendengar berbagai suara. Apa yang terjadi jika selaput gendang pecah?

Untuk menguji kepekaaan telinga bisa dilakukan hal-hal berikut!
  1. Tutup matamu dengan kain penutup sehingga kamu tidak dapat melihat. Pada jarak 5 m seorang temanmu memukulkan
  2. buah batu sehingga menghasilkan bunyi.Tunjukkan arah asal bunyi itu!
  3. Setelah itu, temanmu pindah tempat dan memukulkan kedua batu itu lagi.Tunjukkan kembali arah asal bunyi itu.
  4. Lakukan hal ini sebanyak 10 kali. Siswa yang memukulkan batu mencatat hasilnya pada tabel seperti berikut ini.

3. Indra Pembau

“Alangkah harumnya bunga ini.” Itulah ungkapan seorang siswa kelas 4 SD yang sedang berjalan-jalan di taman bunga. Hidung merupakan alat indra untuk mencium bau. Apa saja bagian-bagian hidung dan bagaimana hidung dapat mencium bau?
hidung

Untuk menguji kepekaan dari indra pembau bisa dilakukan kegiatan seperti hal berikut:
  1. Sediakan bahan-bahan berikut ini: bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit.
  2. Bungkus bahan-bahan tersebut satu per satu dengan kain.
  3. Ambil satu per satu, mintalah temanmu untuk mencium bau dan menebak bahan-bahan tersebut.
  4. Lakukan sampai semua bungkusan habis. Bagaimana hasilnya? Tuliskan hasil kegiatanmu dalam tabel.
Apakah temanmu itu dapat menerka dengan betul seluruhnya? Jika tebakan yang betul lebih banyak daripada yang salah, kepekaan hidung temanmu sudah baik. Udara akan masuk ke dalam hidung melalui lubang hidung sehingga udara yang bau akan tercium oleh hidung karena bagian rongga hidung peka terhadap bau. Dalam rongga hidung terdapat ujung-ujung saraf yang menerima bau, kemudian oleh saraf-saraf tersebut disampaikan ke otak sehingga kita dapat mencium berbagai macam bau. Jika kamu influenza, dapatkah mencium bau?

4. Indra Pengecap

lidah
Jika kita sedang sehat, memakan makanan apa saja rasanya enak, tetapi jika kita sedang sakit, makanan apa pun berasa tidak enak. Apakah sebabnya? Bagian apa dari tubuhmu yang dapat merasakan rasa makanan?

Lakukan kegiatan berikut ini.
  1. Sediakan air gula yang kental, air garam, air yang diberi asam cuka air buah pare, dan cotton bud.
  2. Celupkan cotton bud itu ke dalam air bergula. Kenakan cotton bud yang bergula itu pada: a. ujung lidah; b. bagian belakang lidah; c. bagian kiri kanan lidah dan agak ke belakang dari ujung lidah.
  3. Catat bagian lidahmu yang dapat merasakan rasa manis air gula itu.
  4. Ulangi percobaan itu berulang-ulang dengan air garam, air asam cuka, dan air buah pare. Catat hasil percobaan itu pada tabel seperti berikut ini. Beri tanda ÷ jika bagian lidah itu dapat merasakan rasa manis, pahit, asam, dan asin.
lidahCoba julurkan lidahmu di depan cermin, apa yang kamu lihat di permukaan lidahmu? Permukaan lidah memiliki tonjolantonjolan kasar yang peka terhadap rasarasa tertentu. Rasa manis diterima oleh bagian ujung lidah. Rasa asin dan asam diterima oleh bagian kiri dan kanan lidah. Rasa pahit diterima oleh bagian belakang lidah. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar lidah dan daerah-daerah rasa.

5. Indra Peraba

Coba kamu raba baju yang kamu pakai. Apa yang kamu rasakan? Kulit manusia terdiri atas dua bagian, yaitu kulit ari dan kulit jangat. Kulit ari merupakan kulit yang tipis terdapat di permukaan kulit, sedangkan kulit jangat merupakan kulit bagian dalam. Perhatikan bagian-bagian kulit pada gambar berikut ini.
kulit
Kulit manusia sangat peka terhadap rasa kasar atau halus. Selain itu, kulit juga peka terhadap panas atau dingin, dan rasa nyeri. Kasar atau halusnya kain akan dapat dirasakan oleh kulit karena kasarnya kain terasa oleh ujung saraf pada kulit, kemudian dilanjutkan ke otak sehingga kita dapat mengetahui kekasaran kain tersebut. Jadi, kulit merupakan indra peraba.

Sumber BSE : Kelas IV_SD_IPA_Poppy K Devi

May 3, 2018

Contoh Pidato Perpisahan Untuk Anak Kelas 6 Menuju Jenjang SMP

Kali ini penulis akan mencoba berbagi tentang pidato kelas 6 yang akan menamatkan sekolahnya di jenjang SD menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP. Pidato ini dibuat oleh salah satu murid kelas 6 yang ada di sekolah penulis atas nama Ni Komang Ariantika Putri.

Pidato perpisahan anak kelas 6 SD


Berikut pidato yang dibuat yang bisa dijadikan contoh bagi anak-anak lain dikala ingin membuatnya.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam rangka acara perpisahan anak kelas 6.

Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah.
Yang saya hormati pula Bapak dan Ibu guru.
Serta teman-teman yang saya cintai dan saya sayangi dengan sepenuh jiwa.

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat.

Hadirin yang saya hormati saya dari perwakilan kelas 6 ingin menyampaikan kesa dan pesan selama kami menuntut ilmu di sekolah ini. Selama kami menuntut ilmu di sekolah ini bapak dan ibu guru selalu membimbing kami dengan penuh kesabaran. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak berbudi menjadi penuh sopan santun. Semoga ilmu yang diberikan bisa menjadi bekal bagi kami untuk menghadapi kehidupan pada masa yang akan datang.

Tak lupa pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada bapak dan ibu guru. Sebagai siswa kami menyadari bahwa sengaja atau tidak sengaja kami selalu melakukan kesalahan. Oleh karena itu, kami mohon maaf yang setulusnya.

Kepada adik - adik yang saya cintai takkan lelah kami berpesan agar selalu belajar dengan rajin, memahami dan mematuhi nasehat para guru. Karena itu sangat penting demi kebaikan kalian sendiri.

Hadirin yang saya hormati demikianlah yang dapat saya sampaikan. Kami mohon doa dan restunya agar kami dapat melanjutkan kehidupan dan mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Demikianlah contoh pidato dari anak kelas 6 yang ada disekolah penulis. Semoga saja ada manfaatnya bagi adik-adik  di seluruh Nusantara.