Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Tentang Capaian Pembelajaran di Tahun 2026
Menyelaraskan Pembelajaran dengan Penguatan Karakter Peserta Didik
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 020 Tahun 2026 menetapkan perubahan atas Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran (CP) pada jenjang PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Salah satu substansi penting dalam Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 adalah penyempurnaan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, termasuk Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada jenjang Sekolah Dasar.Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat relevansi pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, serta mampu mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Latar Belakang Perubahan Perubahan
Capaian Pembelajaran dilakukan sebagai upaya penyempurnaan kurikulum agar lebih selaras dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan nasional. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa penyesuaian diperlukan untuk memperkuat aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan murid dalam mengamalkan ajaran agama.
Penyusunan perubahan ini juga dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian yang membidangi urusan keagamaan sehingga substansi capaian pembelajaran lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Fokus Utama Perubahan
Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 berfokus pada penyempurnaan capaian pembelajaran beberapa mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Perubahan tersebut mencakup:
- Penyesuaian deskripsi capaian pembelajaran pada setiap fase.
- Penguatan dimensi karakter dan akhlak mulia.
- Penegasan kompetensi peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama.
- Penyelarasan capaian pembelajaran dengan tujuan pendidikan nasional dan Profil Lulusan.
- Penguatan keterkaitan antara pengetahuan, sikap, dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak bagi Satuan Pendidikan
Bagi sekolah, keputusan ini menjadi acuan penting dalam:
- Perencanaan Pembelajaran Guru perlu menyesuaikan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, serta perangkat pembelajaran lainnya agar selaras dengan CP terbaru.
- Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter, pembiasaan nilai-nilai agama, dan penguatan perilaku positif peserta didik..
- Asesmen Pembelajaran Penilaian perlu mengukur ketercapaian kompetensi secara utuh, meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai karakteristik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Relevansi dengan Pembelajaran Mendalam
Perubahan CP ini sejalan dengan arah kebijakan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang saat ini menjadi fokus transformasi pendidikan. Peserta didik tidak hanya dituntut memahami konsep keagamaan secara teoritis, tetapi juga mampu:
- Memaknai nilai-nilai agama secara mendalam.
- Menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
- Menunjukkan perilaku yang mencerminkan ajaran agama. Berpartisipasi aktif dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Dengan demikian, pembelajaran agama menjadi lebih bermakna dan berdampak pada pembentukan karakter peserta didik.
Peran Guru dalam Implementasi CP Baru
Keberhasilan implementasi keputusan ini sangat bergantung pada peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Guru diharapkan:
- Memahami perubahan CP secara menyeluruh.
- Menyesuaikan perangkat ajar dengan ketentuan terbaru.
- Mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik.
- Mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran.
- Melakukan refleksi dan evaluasi secara berkelanjutan.
Sedikit Ulasan tentang Capaian Pembelajaran
Perubahan ini tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga penguatan karakter, spiritualitas, dan penerapan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran diarahkan agar peserta didik mampu memahami ajaran Hindu secara utuh, menghayati maknanya, serta mewujudkannya dalam sikap dan perilaku nyata.
Penguatan Nilai-Nilai Dasar Agama Hindu
Pada jenjang SD, peserta didik dibimbing untuk memahami dan mengamalkan berbagai nilai dasar agama Hindu, antara lain:
- Keimanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
- Pemahaman tentang ajaran Tri Kaya Parisudha.
- Penerapan nilai Tat Twam Asi dalam kehidupan sosial.
- Pembiasaan hidup berdasarkan Dharma.
- Penguatan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Melalui pembelajaran yang kontekstual, siswa tidak hanya mengetahui konsep-konsep tersebut, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Pembelajaran yang Lebih Bermakna
CP terbaru mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna melalui pengalaman langsung. Misalnya:
- Mengamati dan memahami pelaksanaan upacara keagamaan Hindu.
- Melakukan kegiatan pelayanan (seva) di lingkungan sekolah.
- Membiasakan doa dan sembahyang sesuai tata cara Hindu.
- Menjaga kebersihan lingkungan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.
- Melaksanakan kegiatan refleksi dan pembiasaan karakter positif.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dibandingkan hanya mempelajari teori.
Keterkaitan dengan Profil Lulusan
Penyempurnaan CP Pendidikan Agama Hindu juga mendukung terwujudnya dimensi Profil Lulusan yang saat ini menjadi arah transformasi pendidikan nasional. Peserta didik diharapkan berkembang menjadi pribadi yang:
- ✅ Beriman dan bertakwa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
- ✅ Berakhlak mulia dan menjunjung nilai Dharma.
- ✅ Mampu hidup harmonis dengan sesama manusia.
- ✅ Peduli terhadap lingkungan sesuai prinsip Tri Hita Karana.
- ✅ Memiliki kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Relevansi dengan Kearifan Lokal Bali
Bagi sekolah-sekolah di Bali, capaian pembelajaran ini sangat relevan karena sejalan dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah hidup dalam masyarakat.
Konsep seperti:
- Tri Hita Karana,
- Tat Twam Asi,
- Tri Kaya Parisudha,
- Catur Guru,
- Menyama Braya,
dapat menjadi konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik sehingga pembelajaran lebih mudah dipahami dan bermakna.
Implikasi bagi Guru SD
Guru Pendidikan Agama Hindu perlu melakukan beberapa penyesuaian, antara lain:
- Menelaah CP terbaru secara menyeluruh.
- Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang selaras dengan CP.
- Mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
- Mengintegrasikan nilai karakter dalam setiap kegiatan belajar.
- Melaksanakan asesmen yang mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara seimbang.
Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Posting Komentar untuk "Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Tentang Capaian Pembelajaran di Tahun 2026"
Posting Komentar
Kami hanya berbagi informasi, jika ada yang salah atau kurang pas dan ada yang didiskusikan silahkan berkomentar dengan sopan.