Capaian Pembelajaran Bahasa Bali 2026 Resmi Terbit, Ini Perubahan Lengkap dari Fase A hingga F
Pemerintah Provinsi Bali resmi menetapkan Pedoman Kurikulum Muatan Lokal Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Nomor B.10.400.3/1784/UPTD.BPTKK/2026. Pedoman ini menjadi acuan baru dalam penyelenggaraan pembelajaran Bahasa Bali dan Kearifan Lokal Bali di seluruh satuan pendidikan di Bali.
Kebijakan ini lahir sebagai tindak lanjut implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pembelajaran bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful). Selain itu, kurikulum baru ini juga menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Mata Pelajaran Muatan Lokal pada Pendidikan Formal dan Pendidikan Berbasis Masyarakat.
Mengapa Capaian Pembelajaran Bahasa Bali
Diperbarui?Perubahan kurikulum dilakukan agar pembelajaran Bahasa Bali tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi mampu membentuk karakter peserta didik yang mencintai budaya daerah sekaligus memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan berpikir kritis.
Dalam pedoman terbaru disebutkan bahwa muatan lokal Bali kini dibagi menjadi dua mata pelajaran, yaitu:
- Bahasa Bali (Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali)
- Kearifan Lokal Bali
Kedua mata pelajaran tersebut wajib diajarkan di seluruh sekolah di Bali dengan alokasi minimal dua jam pelajaran setiap minggu. Bahasa Bali juga menjadi bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran kedua mata pelajaran tersebut.
Pendekatan Deep Learning Menjadi Ciri Utama
Salah satu pembaruan paling menonjol dalam Capaian Pembelajaran (CP) 2026 adalah penerapan Deep Learning.
Pembelajaran dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang:
- Bermakna (Meaningful)
- Berkesadaran (Mindful)
- Menggembirakan (Joyful)
- Keimanan dan ketakwaan
- Kewargaan
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Empat Elemen Utama Pembelajaran Bahasa Bali
- Menyimak
Peserta didik mampu memahami informasi, gagasan, serta pesan lisansecara kritis sehingga mampu memberikan tanggapan yang sesuai.
- Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami teks berhuruf Latin maupun Aksara Bali,sekaligus menginterpretasikan informasi visual maupun audiovisual.
- Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik dilatih mengemukakan gagasan secara santun, logis,komunikatif, dan sesuai norma budaya Bali.
- Menulis
Peserta didik mampu menyampaikan ide dalam bentuk tulisan menggunakanhuruf Latin maupun Aksara Bali dengan kaidah bahasa yang benar.
Ringkasan Capaian Pembelajaran Bahasa Bali Tahun 2026
Fase A (Kelas I–II)
- lingkungan Bali tempo dulu
- budaya Bali
- satua Bali
- kaulinan tradisional
- keluarga Bali
- nama hari dan sasih
- pangan organik Bali
Fase B (Kelas III–IV)
- Angga Sarira
- Angka Bali
- Satua Panji
- Sekar Rare
- Pupuh Pucung
- Aksara Wreastra
- Pangangge Aksara
- Gantungan dan Gempelan
Fase C (Kelas V–VI)
- Anggah-Ungguhing Basa
- Pupuh Mijil
- Pupuh Ginanti
- Cacimpedan
- Babladbadan
- Satua Panji
- Pasang Aksara Bali
Fase D (Kelas VII–VIII)
- Anggah-Ungguhing Basa
- Pidarta
- Paribasa Bali
- Puisi Bali Anyar
- Cerpen
- Novel
- Drama Bali
- Aksara Bali lan Pangangge
Fase E (Kelas X)
- Babaosan Sarahina
- Sembrama Wacana
- Puisi Bali Anyar
- Musikalisasi Puisi
- Sekar Alit
- Paribasa Bali
- Penulisan Aksara Bali dalam berbagai media.
Fase F (Kelas XI)
- Dharma Wacana
- Drama Bali
- Sekar Madya
- Sekar Agung
- Baligrafi
- Penulisan papan nama beraksara Bali.

Posting Komentar untuk "Capaian Pembelajaran Bahasa Bali 2026 Resmi Terbit, Ini Perubahan Lengkap dari Fase A hingga F"
Posting Komentar
Kami hanya berbagi informasi, jika ada yang salah atau kurang pas dan ada yang didiskusikan silahkan berkomentar dengan sopan.